My Blog…
January 30th, 2008 by wandyekapranataThis blog… Has been moved to:
http://wandyekapranata.wordpress.com/
Please visit and leave your comment… ^^
This blog… Has been moved to:
http://wandyekapranata.wordpress.com/
Please visit and leave your comment… ^^
Cinta adalah nyala api yang melalap hatiku..
Aku ingat saat pertama kali bertemu dengannya..
Mulai mengenali dirinya..
Hingga saat perpisahan aku menyadari bahwa kehilangan itu
sungguh menyesakkan hati..
(Kahlil Gibran dengan
sedikit perbaikan dari Wandy Eka Pranata)
Cinta adalah suatu bentuk keindahan yang tidak dapat dilihat
dengan cara apa pun, melainkan hanya dapat dirasakan dalam hati setiap
manusia..
(Kahlil Gibran)
Cinta melihat dengan hati. Bukan dengan pikiran..
(Shakespeare)
Cinta yang terbatas hanya menampakkan rasa kepemilikan
kepada kekasihnya. Namun cinta yang tidak terbatas hanya menginginkan cinta itu
sendiri..
(Kahlil Gibran)
Pandangan pertamaku ketika itu aku rasakan begitu dalam dan
membuat aku tersenyum kagum dengan sendirinya..
(Wandy Eka Pranata)
Kekuatan cinta adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan
kepada manusia..
(Wandy Eka Pranata)
Cinta adalah kunci utama yang membuka gerbang kebahagiaan..
(Oliver Wendell
Holmes)
Cinta sejati adalah cinta yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan untuk mengisi kekosonganmu..
(Wandy Eka Pranata)
Siapapun akan terbangun dari tidur kehidupan ketika cinta
telah membasuh jiwa dengan jari-jarinya..
(Wandy Eka Pranata)
Cinta adalah ketika seseorang lebih memperhatikan orang lain
daripada memikirkan dirinya sendiri..
(David Frost)
Tiada pidana yang lebih berat daripada yang dijalani seorang
wanita yang mendapati dirinya terperangkap diantara: seorang pria yang
dicintainya, dan seorang pria yang mencintainya..
(Kahlil Gibran)
Ada hal yang sangat saya sesali dalam hidup saya. Ketika saya jatuh cinta, saya
tidak berani mengatakannya!
(David Grayson)
Orang muda yang jatuh cinta berkata: Aku cinta kamu karena
aku butuh kamu. Orang yang dewasa berkata: Aku butuh kamu karena aku mencintai
kamu..
(Erich Fromm)
Cinta adalah bagaimana melihat dia bahagia walaupun itu
adalah tidak bersamanya..
(Wandy Eka Pranata)
=================================================================
Cinta Bukan Untuk
Dipermainkan
(by. Wandy Eka Pranata)
Aku mengerti apa itu cinta..
Aku paham bagaimana cinta itu bertindak..
Aku bisa merasakan cinta..
Tapi aku tidak kuasa menghadapi cinta itu..
Cinta itu indah..
Cinta itu membuat hati bahagia..
Cinta itu menggejolakkan hati..
Tapi cinta itu juga membutakan kalbu..
Ketika mencintai, semua terasa indah..
Ketika mencintai, apapun hanya untuknya..
Ketika mencintai, fokus hanya pada dirinya..
Tapi ketika semua hilang, hidup serasa tanpa arah..
Ketika cinta pergi..
Semangat patah..
Niat hilang..
Dan hati terasa hancur..
Ketika cinta pergi..
Kesetiaan menjadi sia-sia..
Janji-janji hilang bagaikan debu..
Kebersamaan lenyap seketika..
Aku ingin mencintai dengan setulus hati..
Kepada seseorang yang tepat..
Kepada seseorang yang sanggup membalas cintaku..
Kepada seseorang yang tulus menerimaku..
Seseorang yang akan menjadi berlianku..
Seseorang yang akan menjadi kebanggaanku..
Seseorang yang akan menjadi nafasku..
Dan seseorang yang akan menjadi hidupku..
Aku ingin menyerahkan hatiku seutuhnya..
Tanpa dikhianati..
Tanpa disia-siakan..
Dan tanpa kebohongan akan cinta..
Karena cinta itu bukan untuk dipermainkan..
============================================
=====================================
Hati ini selalu sepi..
Tak ada yang menghiasi..
Seperti cinta ini..
Yang selalu pupus..
Tuhan kirimkanlah aku..
Kekasih yang baik hati..
Yang mencintai aku..
Apa adanya..
(The Rock feat. Ahmad Dhani – Munajat Cinta)
=====================================
Dear Diary…
It’s been a long time I didn’t tell you about my feeling..
Sejak hati ini dikhianati, saya telah berada dalam keadaan yang tidak menentu lagi. Saya tidak bisa memahami kenapa ada manusia yang bisa bergitu jahat melukai hati orang lain. Dengan tega mempermainkan hidup orang lain. Dengan sadis membunuh perasaan orang lain. Dan dengan begitu kejam menghancurkan hidup orang lain. Bahkan orang yang sangat dipercaya 100% pun bisa menikam dari belakang tanpa diduga sama sekali.
Semua terjadi begitu cepat, hanya sekilas kekejian itu dilakukan tapi meninggalkan luka yang sangat dalam dan butuh waktu lama untuk dipulihkan. Saya sempat meragukan dimana keberadaan hati nurani saat itu. Apakah hati nurani itu hanya mitos? Atau apakah hati nurani itu hanyalah sesuatu yang dijadikan sebagai topeng kemunafikan bagi orang-orang yang munafik? Apa itu hati nurani?
==================================================
Aku bahagia dengar kata cintamu..
Tapi aku sedih menerima kenyataan..
Bahwa tak hanya diriku yang menjadi milikmu..
Bahwa tak hanya diriku yang menemani tidurmu..
Bahwa tak hanya diriku yang selalu ada di hatimu slamanya..
(Dewi-Dewi – Begitu Salah Begitu Benar)
==================================================
Selama beberapa saat saya terkurung dalam perasaan yang penuh benci dan kekecewaan yang sangat mendalam. Setiap hari saya lewati dengan penuh perasaan yang sangat emosional. Entahlah, rasanya seolah-olah saya bukanlah diriku sendiri. Di mataku semua orang tampak begitu penuh kemunafikan. Menjadi sangat sulit untuk mempercayai apa yang disebut dengan ketulusan yang sejati.
Hingga beberapa bulan berlalu sejak kejadian itu..
Saya mulai memahami arti ketulusan. Saya mulai mengerti mana yang merupakan sahabat yang tulus. Dan saya mengerti apa yang disebut dengan cinta sejati. Selama ini, saya begitu bangga dengan diriku sendiri yang menyangka telah memahami arti semuanya itu. Itulah yang membuat saya menjadi mudah dibodohi dan dikhianati.
Sesuatu yang tulus itu tidak mengharapkan apapun sebagai imbalannya dan akan tetap ada dengan setia sekalipun diriku sendiri telah mundur dari hubungan itu. Saya punya teman-teman yang hanya menganggap saya sebagai tanggung jawab mereka dengan topeng sebagai keluarga. Ketika semua itu terlepas, mereka pun menghilang entah kemana, bahkan saat bertemu pun suasana yang ada seolah-olah tidak pernah ada perkenalan diantara kami. Saya juga punya teman-teman yang mengatakan mereka adalah teman sejati tapi ketika saya mulai menutup diri, mereka pun menjauh.
Saya bersyukur karena saat ini saya tau semua kenyataan tentang mereka. Dan saya pun bersyukur karena saat ini saya punya teman-teman yang tulus. Maybe ini bukanlah sesuatu yang bagus untuk dibahas, dengan kata lain konyol untuk dipikirkan maknanya, tapi inilah kenyataan yang ada. Ketika saya telah membuat mereka emosi sekalipun, mereka tetap ada dan selalu mengingatkan saya untuk berjalan di arah yang lebih baik dan terus berjuang untuk berhasil. Mereka tidak memaksa, mereka tidak mengikat, mereka tidak menuntut banyak, mereka tidak membanggakan diri sebagai keluarga atau sahabat yang baik. Mereka hanya menjalani semuanya dengan tulus dan apa adanya. Tapi disitulah terlihat betapa mereka lebih baik daripada orang-orang lain yang menganggap diri mereka yang paling benar padahal mereka punya maksud tertentu.
Sekarang “mungkin” saya telah lebih baik daripada sebelumnya. Kenangan akan pengkhianatan yang saya alami sudah tidak terlalu mengganggu kehidupanku lagi. Saya tidak bisa membanggakan bahwa itu semua karena teman-temanku yang ada saat ini. Saya tidak bisa meyakinkan diriku bahwa saya bisa pulih karena kehadiran mereka sebagai sahabat. Saya tidak bisa mengakui semua itu, tapi sesungguhnya jujur dari “hati nurani”, kalo bukan karena mereka, saya tidak akan ada saat ini untuk membuat blog ini. Blog tentang ketulusan dan kemunafikan.
=========================================
Segenap hatiku luluh lantak..
Mengiringi dukaku..
Yang kehilangan dirimu..
Sungguh ku tak mampu tuk meredam
Kepedihan hatiku untuk merelakan kepergianmu..
(Samsons - Luluh)
=========================================
Hanya waktu yang akan membuktikan ketulusan seorang pribadi terhadap pribadi yang lain. (by. Pangeran Cinta)
Ku t’lah miliki..
Rasa indahnya perihku..
Rasa hancurnya harapku..
Kau lepas cintaku..
Rasakan abadi..
Sekalipun kau mengerti..
Sekalipun kau pahami..
Ku pikir ku salah mengertimu..
Aku hanya ingin kau tahu..
Besarnya cintaku..
Tingginya khayalku bersamamu..
Tuk lalui waktu yang tersisa kini..
Di setiap hariku..
Di sisa akhir nafas hidupku..
Walaupun semua..
Hanya ada dalam mimpiku..
Hanya ada dalam anganku..
Kulewati hidup..
Rasakan abadi..
Sekalipun kau mengerti..
Sekalipun kau pahami..
Ku pikir ku salah mengertimu..
Aku hanya ingin kau tahu..
Besarnya cintaku..
Tingginya khayalku bersamamu..
Tuk lalui waktu yang tersisa kini..
Di setiap hariku..
Di sisa akhir nafas hidupku..
Aku hanya ingin kau tahu..
Besarnya cintaku..
Tingginya khayalku bersamamu..
Tuk lalui waktu yang tersisa kini..
Di setiap hariku..
Di sisa akhir nafas hidupku..
======================================
Ahh… Lagi-lagi cinta sejati.. Sampai akhir hayat tetap ada.. Enaknya kalo bisa menemukan cinta yang seperti itu…
Dikala hati resah..
Sribu ragu datang memaksaku..
Rindu smakin menyerang..
Kalaulah aku dapat membaca pikiranmu..
Dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh..
Biar awan pun gelisah..
Daun-daun jatuh berguguran..
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang..
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku..
Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku..
Hingga membuat kau percaya..
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku..
Selamanya, selamanya..
Biar awan pun gelisah..
Daun-daun jatuh berguguran..
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang..
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku..
Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku..
Hingga membuat kau percaya..
Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku..
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku..
Tuhan, jalinkanlah cinta bersama slamanya..
Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku..
Hingga membuat kau percaya..
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku..
Selamanya….selamanya…
Selamanya….selamanya…
==================================================
Cinta yang abadi… Tak terungkapkan tapi begitu dalam dan berarti.. ^^
Aku yang memikirkan..
Namun aku tak banyak berharap..
Kau membuat waktuku..
Tersita dengan angan tentangmu..
Mencoba lupakan..
Tapi ku tak bisa..
Mengapa..
Begini..
Oh.. Mungkin aku bermimpi..
Menginginkan dirimu..
Untuk ada disini..
Menemaniku..
Oh.. Mungkinkah kau yang jadi..
Kekasih sejatiku..
Semoga..
Tak sekedar harapku..
Mencoba lupakan..
Tapi ku tak bisa..
Mengapa..
Begini..
Oh.. Mungkin aku bermimpi..
Menginginkan dirimu..
Untuk ada disini..
Menemaniku..
Oh.. Mungkinkah kau yang jadi..
Kekasih sejatiku..
Semoga..
Tak sekedar harapku..
Bila… Kau menjadi milikku..
Aku takkan menyesal telah..
Jatuh hati..
Oh.. Mungkin aku bermimpi..
Menginginkan dirimu..
Untuk ada disini..
Menemaniku..
Oh.. Mungkinkah kau yang jadi..
Kekasih sejatiku..
Semoga..
Tak sekedar harapku..
Semoga..
Tak sekedar harapku..
========================================
Bukan lagu yang buruk tapi sangat nyentuh di hati.. ^^
Pengharapan yang gagal dan usaha melupakan pun tak mampu dilakukan..
Siapakah Tuhan itu?
(pertanyaan ini saya kutip dari blog salah satu teman baikku)
Wah…
Gak tau kenapa ya…
Sometimes memang banyak hal yang bisa bikin kita ragu akan keberadaan Tuhan..
Tuhan “mungkin” memang tidak bisa mengangkat batu yang saat ini ada di depan kita, tapi entah kenapa kita masih percaya Tuhan itu ada khan?
Kalo mau berpikir lebih jauh lagi ke masa lalu dan ke segala-galanya di masa lalu, susah mengakui Tuhan itu ada… Apalagi dengan perkembangan IpTek saat ini mengenai jaman purba dan umur bumi..
Tapi sebenarnya mau dipercaya atau nggak, percaya gak percaya, Tuhan itu ada…
Maybe kalo sampe keajaiban yang dialami orang lain tentang mujizat-Nya terjadi ama kita, baru kita bisa percaya kali ya…
Okelah kalo mujizat2 di Tivi itu bisa direkayasa, jadi saya kasih satu contoh kesaksian..
Yang paling nyata terjadi itu waktu teman gerejaku yang kakinya panjang sebelah disembuhkan waktu didoakan, dengan jelasnya gitu kakinya memanjang dan menjadi sama panjang… (ini sih temanku yang lihat langsung.. Saya gak ikut waktu itu… :p)
Itu siapa yang lakuin? Tuhan atau Kekuatan Gelap? Atau ada apa gitu?
Manusia berbuat baik karena takut akan masuk neraka atau karena hati nurani yang memang menyuruh berbuat baik? Misalnya kalian (para pembaca) sedang jalan dan tiba2 ada Nenek Tua Lemah dan Renta banget tiba2 jatuh dan barang bawaannya berserakan… Apa yang kalian lakukan? Jujur aja, menolongnya atau pura2 gak tau apa2? Kalo kalian menolongnya, itu karena pengen masuk surga atau karena hati nurani yang menyuruh untuk menolong?
(brb bunuh laba2 dulu, tiba2 jatuh dari atas >.<)
Nah lanjut…
Sebenarnya yang perlu difokuskan itu, manusia mau percaya Tuhan itu ada atau nggak?
Kalo mau percaya Tuhan itu ada, selamat datang di antara orang2 yang percaya, kalo gak percaya Tuhan itu ada, selamat datang di antara orang2 yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan…
Nah, sekarang menanggapi pertanyaannya…
Siapakah Tuhan itu?
Hmm… Percaya khan soal Allah TriTunggal?
(Seperti tanda salib yang dilakukan sebelum berdoa, itu saya rasa cukup untuk membuktikan keberadaan Allah TriTunggal…)
Kebayang gak TriTunggal itu seperti apa? Bagaimana mungkin Tuhan yang kita tau hanya satu itu ternyata terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus? Apa masuk di akal? Apa bisa kebayang? Kalo ada 3 gitu, yang mana Tuhan yang sebenarnya?
Ada satu cerita yang saya ambil dari sebuah buku tentang pencerahan (yang jelas bukan pencerahan cinta :D)..
(Bukunya udah hilang, ada yang pinjam gak balikin lagi… T_T)
===============================
Pada suatu hari, ada seorang ahli agama yang sangat penasaran tentang kebesaran Tuhan.. Dia memutuskan untuk mencari tahu Tuhan itu seluar biasa apa… Apa pun yang dia temukan dan debatkan tetap tidak menjawab kebesaran Tuhan itu segimana… Suatu saat ketika dia sedang duduk di pantai sambil memandang lautan dan memikirkan kebesaran Tuhan (yang jelas tidak sambil buat puisi tentang hamparan lautan yang indah dan berpaparkan pasir putih), ada seorang anak kecil yang sedang menggali sebuah lubang di pinggir pantai.. Setelah cukup dalam tergali, anak itu lalu bolak balik menimba air laut ke lubang itu.. Ahli agama itu lalu bertanya pada anak itu: “Apa yang kamu lakukan?”.
Anak itu menjawab: “Saya sedang mencoba untuk mengeringkan lautan”.
Ahli agama itu lalu tertawa dan bertanya: “Hahahaha… Mana mungkin lautan sebesar ini kamu keringkan?”
Anak itu lalu menjawab: “Masih lebih baik saya mengeringkan apa yang bisa menjadi kering daripada dengan akal budi mau memikirkan bagaimana besarnya kemuliaan Tuhan.”
Ahli agama itu terdiam dan anak itu mendadak hilang.
===============================
Tuhan itu terlalu besar untuk dipahami dengan akal budi manusia yang demikian kecilnya. Mendarat di planet Saturnus aja manusia belum bisa. Apalagi mau memikirkan seluar biasa apa penciptanya.. Bukan masalah siapa itu Tuhan, tapi yang menjadi masalah, percaya gak kalo Tuhan itu ada?
Memuji dan menyembah Tuhan itu bukan jaminan kalo manusia bakal masuk surga.. Berpuasa untuk dapat pahala memang akan menambah daftar baik2nya tapi apa akan seimbang dengan dosa yang sudah dilakukan? Berpikiran negatif aja tentang orang lain itu sudah termasuk dosa lho.. (sering saya lakukan.. T_T)
Coba aja bandingin kebaikan dan dosa yang sudah diperbuat…
Berbuat baik masuk surga, berbuat jahat masuk neraka.. Kalo gitu ya berbuat baik aja dong.. Emangnya kenapa harus berbuat jahat? Apa enaknya berbuat jahat yang merugikan orang lain? Emang benar kalo neraka itu jadi alasan utama manusia mencari Tuhan.. Rata2 manusia sejak kecil khan udah diajarin kalo berbohong itu dosa dan bisa masuk neraka… Kalo berbuat baik bisa masuk neraka, ya mana ada orang yang mau mencari Tuhan? Pasti semuanya udah berbuat jahat terus… Ya gak? Hahahahaha….
Siapa itu Tuhan? Ya baca aja deh Kitab Suci yang ada di dekat kalian, itu sudah cukup menggambar siapa itu Tuhan.. Jangan berpikir lebih jauh dari itu karena akal budi manusia saat ini “belum” mempu berpikir sejauh itu… Kalo udah percaya Tuhan itu ada, jangan mau terhasut oleh pemikiran2 yang membuat diri sendiri pengen meragukan Tuhan…
Apa perlu Tuhan sendiri yang muncul dan nunjukin diri-Nya ke hadapan manusia? Kalo mau itu terjadi, ya gak usahlah percaya2 ama agama. Tanggalkan saja agama itu dari diri sendiri dan tunggu aja Tuhan nampakin diri… Ya gak?
(Setauku lewat kitab suci kita bisa mengenal Tuhan lebih jauh lagi…)
Tertegun ku memandangmu
Saat kau tinggalkanku .. menangis
Bodohnya ku mengharapmu
Jelas sudah tak kau pedulikan cintaku
Mestinya telah kusadari
Betapa perih cinta tanpa balasmu
Harusnya tak ku paksakan
Bila akhirnya kan melukaiku
Reff :
Mungkin ku tak akan bisa jadikan dirimu kekasih
Yang seutuhnya mencintaiku
Namun kurelakan diri
Jika hanya setengah hati
Kau sejukkan jiwa ini
Ku hanya terus berharap
Satu hari kau mampu .. sadari
Tiada yang pernah mengerti
Sepertiku setulus hati mencintaimu
=========================================================
Lagu ini udah lama banget jadi lagu yang selalu menemani saya saat saya sedang sedih… Gak tau kenapa ya, rasanya lebih baik dicintai setengah hati asalkan bisa tetap bersama dia. Daripada dijauhin dan dihapus dari hidupnya.. Dicintai setengah hati memang seperti sia-sia dan bodoh untuk dinantikan, tapi lebih baik begitu daripada harus kehilangan orang yang sangat disayangi… Bagaimana kalo dimadu bersama cowok lain yang lebih dia sayangi?
Hmmm… Entahlah, hanya waktu yang bisa membuktikan bagaimana kualitas cinta seorang pengagumnya…
Seperti yang selalu saya yakini:
"Cinta adalah bagaimana melihat dia bahagia walaupun itu adalah tidak bersamanya (by. Wandy Eka Pranata)"
Blog…
Diary… Oh Diary…
Udah lama banget gak isi diary ini… Terhitung 11 bulan sejak 22 Mei 2006…
Keadaan yang tidak baik…
Seperti biasanya dalam 3minggu belakangan ini, saya gak bisa bobo dan selalu tertidur jam 6 pagi.. Apa yang terjadi? Ada apa dengan diriku? Hmmm… Cerita yang sangat panjang dan sangat melelahkan untuk saya hadapi selama 7tahun… Saya selalu terhambat oleh permasalahan yang satu ini. Seperti sebuah mobil yang sedang berjalan di jalan yang penuh dengan polisi tidur dan lubang yang dalam. Oh my God, saya hanyalah sebuah mobil tua yang lemah dan tidak kuat untuk melewatinya dengan sempurna… Guncangan demi guncangan ketika melewati polisi tidur, sentakan demi sentakan ketika melewati lubang-lubang yang dalam… Entah sampai dimana jalan ini akan berakhir.. Terkadang aku mengira aku telah melewati rintangan di jalan itu, tapi ternyata masih ada rintangan yang lebih berat lagi…
Cinta dan perasaan…
Ya… Ini semua tentang cinta dan perasaan… 6 Juni 2006, setelah hamper 6 tahun aku menjalani pengalaman cinta yang sangat buruk, akhirnya aku menemukan akhir dari semua penderitaan itu… Aku begitu bahagia.. Aku mendengar dirinya mengatakan bahwa dia sayang pada diriku… Oh my God… Seumur hidup, itu adalah pertama kalinya aku mendengar ada yang mengatakan sayang pada diriku dengan begitu tulus dan jujur.. Aku diterima apa adanya dengan segala keburukanku… Aku merasakan kebahagiaan saat itu…. Inikah akhir dari penderitaanku?
Tidak… Belum ada akhir dari penderitaan….
Ternyata semua tidak berjalan semudah apa yang aku bayangkan… Rintangan kembali datang dan aku yang pada saat itu bersama dengan Pangeran Cinta (diriku sendiri), berjuang untuk menghadapinya bersama-sama… Setiap hari aku lalui dengan air mata, senyum dibalik tangis dari lubuk hati yang terdalam dan doa agar Bapa mau menguatkan aku selalu… Aku perjuangkan apa yang aku yakini sebagai seseorang yang sangat bisa membuat aku menjadi maksimal… Sangat tidak mudah untuk meluluhkan hatinya… Sejujurnya, ini adalah pertama kalinya aku begitu berjuang untuk memenangkan hati orang yang aku sayangi… Air mata, isak tangis, iringan nada-nada cinta, perih di hati, dan nasihat-nasihat Mama dan teman-temanku adalah semua yang menemani aku untuk terus berjuang untuk memenangkan apa yang telah aku yakini… Hanya itukah yang aku alami?
Tidak… Penolakan dan ketidak jelasan adalah hal yang paling menyakitkan…
Terkadang aku diterima, terkadang aku ditolak dan terkadang aku digantung dalam sebuah tanda tanya yang besar akan isi hatinya kepadaku… Aku berusaha melakukan apa saja yang bisa membuat dia bahagia, aku berjuang sekuat mungkin untuk memperoleh semua yang menurutku akan membuat dia bisa sedikit saja untuk membuka pintu hatinya untuk diriku ini… Sering kali aku putus asa dan berpikir untuk mundur.. Tetapi aku tak mampu untuk mundur dari apa yang telah aku yakini… Aku mau untuk berjuang agar bisa berada dalam ruang di hatinya… Ya.. Ruang cinta dalam hatinya…
Enam bulan kemudian…
Aku memperoleh kemenangan…
Ya… Kemenangan atas cinta yang telah aku perjuangkan selama 6 bulan… Aku begitu bahagia ketika dia pada akhirnya mau menerima diriku.. Oh Tuhan… Perjuangan yang sangat menyakitkan… Aku sangat merayakan kemenangan ini… Inilah akhir dari jalan yang penuh rintangan itu… Aku telah berada di jalan yang rata dan mulus… Aku bisa berpacu lagi dengan kencang menuju akhir dari jalan ini…
Hingga suatu saat…
Tanpa aku sadari… Ketika sedang berpacu mengejar akhir dari jalan ini, aku tersentak dan kaget… Di depanku begitu banyak rintangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya… Oh my God… Apa ini? APA INI??? Aku terus bertanya kepada Tuhan… Apa yang terjadi? Kenapa ada rintangan seperti ini?? Ternyata ini belumlah akhir dari penderitaan yang selama lebih dari 6 tahun aku hadapi… Ini adalah awal dari rintangan yang lebih berat lagi… Aku harus kehilangan dirinya untuk alasan yang “pada awalnya” sangat tidak bisa aku terima… Oh my God… Kenapa aku harus merasakan sakit ini kembali? Dan kenapa sakit kali ini lebih sakit dari sakit yang sebelumnya? Rintangan ini telah menghancurkan diriku… Kini aku hanyalah sebuah mobil yang penuh dengan kerusakan yang parah dan masih berjalan dengan tersendat-sendat untuk mengakhiri perjalanan ini…
Terpisah…
Aku terpisah dari dirinya… Saat ini aku harus terpisah dengan sangat berat… Perjuanganku untuk mendapatkannya kembali tidak menghasilkan apa-apa.. Aku hanya seorang diri menghadapi semuanya… Dia pun tidak melakukan apa-apa untuk menolongku… Aku sangat kecewa dan tidak bisa menerima bahwa seseorang yang begitu aku percaya dan sayangi, membiarkan aku seperti ini dan tega melihat aku hancur perlahan-lahan… Inikah sayang yang dia katakan selama ini? Inikah cinta yang dia bisikkan padaku selama ini? Inikah janji setia yang dia selalu katakan padaku selama ini? Aku merasa dikhianati… Aku sangat kecewa dan terpukul… Aku menjadi buta dan tidak bisa menerima semuanya… Kuliahku terlantar, skripsiku kini ada diujung tanduk dan sedang dalam proses untuk dibatalkan oleh pihak kampus karena sudah tidak dikerjakan lagi sejak masalah ini menghantam hidupku… Aku kini tanpa masa depan yang jelas…Aku bercerita ke beberapa orang… Aku curhat ke beberapa orang… Aku meluapkan isi hatiku ke beberapa orang… Orang-orang yang saya percaya bisa mengerti isi hatiku, orang-orang yang saya percaya bahwa mereka mengerti akan apa yang namanya cinta yang tulus… Dan selain orang-orang itu, aku bercerita pada dirinya juga.. Ya.. Dirinya yang aku sayangi… Namun apa yang terjadi? Ternyata tidak ada yang mengerti apa isi hatiku yang sebenarnya… Bahkan dia yang saya percayai tau semua isi hatiku, ternyata tidak mengerti…. Aku merasa benar-benar putus asa…. Saat itu, genaplah 7 tahun aku hancur dalam masalah ini…
Entah apalagi..
Kuperbuat..
Meyakinkan engkau…
Seribu satu cara…
Kukerahkan…
(lantunan lagu yang saat ini sedang aku dengarkan: Ada Band – 1001 Cara)
Hanya saja…
Aku masih yakin bahwa dia tidak sekejam itu… Aku tidak yakin dengan perasaanku karena dia telah mengatakan bahwa dia tidak tau apakah bisa setia terhadap diriku lagi… (Janji setia telah dia langgar lewat perkataannya itu…). Tapi dari dalam hatiku, aku merasakan bisikan bahwa dia “masih sayang dan sangat mengharapkan saya bisa berubah menjadi lebih baik agar di masa depan hubungan kami bisa lebih baik lagi”. Entahlah.. Saya tidak yakin dengan bisikan kecil ini… Apakah ini juga yang ada di dalam hatinya? Entahlah…
Hingga suatu hari…
Aku mendapat penjelasan (bukan dari dia sendiri) mengenai apa yang telah dia tempuh sampai harus melepaskan saya… Aku mulai mengerti apa yang menjadi prioritasnya… Aku akhirnya mengerti dan mau menerima keputusannya… Apakah aku tulus melepaskannya? Tentu saja tidak… Dari semua yang telah kami lalui, sangatlah tidak mudah untuk melepaskan orang yang saya sayangi… Sekalipun dia menjadi milik orang lain pada akhirnya dan saya menjadi milik orang lain juga, saya yakin bahwa saya tidak akan pernah melupakan kenangan yang telah kami lewati… Kini, saya hanya berpegang pada janji setianya… Ya… Janji yang bagi saya begitu indah dan bisa membuatku tersenyum dan kuat bila mengingatnya… Saya sebenarnya ragu, apakah setelah semua ini berlalu, apakah dia akan tetap memiliki perasaan suka terhadap diriku… Itu yang sangat saya takutkan apabila hilang dari hatinya… Aku pernah mencintai seseorang dengan sangat tulus… Tapi belum pernah aku mencintai dengan perasaan tulus seperti sekarang ini… Sangat tulus dan belum pernah aku rasakan sebelumnya…
Tak akan terganti…
Setiap kenangan yang telah terukir…
Namun teramat indah dan melekat di hati…
Akankah berakhir…
Semua rasa yang telah tercipta…
Di dalam benakku dan di dalam asaku…
(lantunan lagu yang sedang kudengarkan saat ini: Samsons – Akhir Rasa Ini)
Sekarang…
Aku bisa menerima apa yang dia putuskan… Ini tidak mudah bagi saya dan dia… Tapi ada target yang akan kami capai… Ya target yang lebih indah dan lebih mulia dibandingkan mempertahankan hubungan ini… Aku yakin, setelah proses ini selesai… Dia tidak lagi mencintai diriku dengan kasih asmara… Tapi dengan kasih yang lebih baik dari kasih manapun yaitu Kasih Agape… Jujur saja, banyak yang menganggap dan yakin bahwa apa yang telah kami tempuh, akan membuat kami bisa kehilangan kenangan-kenangan indah kami… Kenangan itu tidak hilang tapi menjadi kenangan yang biasa-biasa saja… Aku tidak tau apakah itu akan terjadi dengan dirinya… Dia pun tidak yakin akan bisa tetap setia kepadaku… Mungkin saja ada yang lebih baik daripada diriku, datang dalam hidupnya dan berhasil memenangkan hatinya… Entahlah… Bagi saya sendiri, saya akan tetap menunggunya sambil berjuang hidup maksimal… Saya akan menunggunya dan tidak membuka hatiku bagi cinta yang mencoba mengetuk pintu hatiku… Mampukah aku? Aku tidak yakin apakah aku mampu, tapi aku yakin bahwa kenangan bersamanya adalah sebuah penguatan yang sangat memampukan aku untuk terus bisa mengagumi keindahan yang ada pada dirinya… Aku dan dia tidak boleh berkomunikasi lagi, dan saat aku sedang berjuang untuk tidak menelpon, sms bahkan YM atau mail dia… Sangat berat… Sangat tidak berperasaan… Mungkin juga tragis… Begitulah kata orang-orang mengenai keadaan ini… Tapi aku percaya… Matahari terbit di balik gunung setelah malam berlalu, begitu juga kebahagiaan akan datang ketika proses yang berat ini telah berlalu… Aku yang telah menabur dengan tangis dan air mata, akan menuai dengan kebahagiaan dan kebanggaan…
Menatap indahnya senyuman di wajahmu…
Membuatku terdiam dan terpaku…
Mengerti akan hadirnya cinta terindah…
Saat kau peluk mesra tubuhku…
Banyak kata yang tak mampu kuungkapkan kepada dirimu…
(lantunan lagu yang lagi di dengarkan Ungu – Tercipta Untukku)
Kata Mama-ku… Sebuah nasihat yang sangat memberi aku penguatan…
“Dia khan sudah janji untuk setia… Kalo gitu, nanti lihat saja… Kalo ternyata dia tetap setia sampe kalian maried, bersyukurlah karena kesetiaannya… Itu artinya dia jodohmu… Tapi kalo ternyata dia malah jadian dengan cowok lain suatu saat nanti, tetap bersyukur juga karena Tuhan perlihatkan bahwa itu bukan jodohmu karena melupakan janji setia kalian dan memilih cowok lain… Lebih baik begitu daripada dipaksa sampe married ternyata dia malah selingkuh, khan lebih menyakitkan lagi… Jangan menjadi orang bodoh karena cinta… Masih banyak cewek di luar sana… Jangan hancur gara-gara satu cewek saja…”
Aduh Mama… Nasihat awalnya sih memang menguatkan… Tapi nasihat terakhirnya itu… Hahahahahahaha… Cewek memang banyak, tapi yang bisa menerima saya apa adanya itu tidak banyak… Yang bisa menguatkan saya dalam rohani itu tidak banyak, yang bisa membuat saya lebih berani sekarang itu tidak banyak, yang bisa mendukung saya kuliah sampe IP sementara bisa 3,50 dan 3,00 itu tidak banyak padahal sebelumnya paling tinggi cuma 2.70… Itulah beberapa hal yang dia yang sudah dia lakukan ke saya sejauh ini…
Akhir kata….
Apakah aku harus terpuruk dengan hal ini? Entahlah… Seharusnya tidak… Hanya saja aku sering merasa kesepian tanpa dirinya… Saya pengen cerita ke dia saya sedang ngapain aja hari ini… Ketika sedang senang-senang, saya pengen beritahu dia kalo saya lagi senang, kalo lagi berbeban berat, saya pengen beritau dia kalo saya lagi sedih… Saya juga sering mengkhawatirkan dirinya… Apa yang sedang dia lakukan? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sedang tertawa? Atau nangis karena tertekan? Atau pusing karena kuliah? Atau lagi pusing hadapin para teman cowoknya yang sedang pedekate ke dia? Atau lagi mengalami masalah dengan internet saat mau kirim tugas yang tenggat waktunya dah mau abis? Entahlah… Itu yang harus aku hadapi… Beruntung aku punya teman-teman yang mendukung diriku saat lagi tertekan seperti ini… Ko Burham yang mengerti 100% keadaanku, Alekxs si Wedus Berkaos Kaki, Ronald “1686” Djaman Dahulu, Antun Si Telunjuk Geli-Geli, Adrian Petani, Habibie yang sifatnya 90% sama dengan saya, dan teman-teman yang lain… Saya tidak menonjol di kumpulan mereka, tapi setidaknya hanya mereka yang membuat saya lebih baik… Saya tidak tau apa itu sahabat, saya tidak pernah merasa punya sahabat… Mungkin saat ini, saya telah menemukan sahabat yang secara langsung menghibur saya… Banyak yang menghibur saya waktu lagi sedih, tapi tidak banyak yang benar2 memahami apa yang saya rasakan… Thank’s for all my friends…. Hmm.. Maybe Best Friends, isn’t it?
Kan kujadikan kau kenangan…
Yang terindah dalam hidupku…
Namun takkan mudah bagiku…
Meninggalkan jejak hidupmu…
Yang tlah terukir abadi…
Sebagai kenangan yang terindah…
(lantunan lagu yang sedang didengarkan Samsons – Kenangan Terindah)
Wah… Udah ngetik 5 halaman Word… Hahahahaha…. Ini di copy paste ke blog, muat gak ya… Ck ck ck…
Hmm… Entah kapan dan entah darimana datangnya, masalah pasti ada.. Baik itu yang bikin hati jadi dongkol atau hati jadi senang..
Kamar kostku.. Dalam 1 bulan, tidak pernah tidak mengalami masalah.. Apakah saya harus pindah?
Minimal 2 hari dalam sebulan pasti ada masalah seperti mati lampu, sekring terbakar, AC rusak, jendela bocor saat hujan, air di kamar mandi mati atau kotor dan berlumut dan yang terparah yaitu kecoa yang masuk dari bawah pintu.. (I hate kecoa…)
Tapi tetap saja saya masih bertahan di tempat ini..
Itu bodoh atau enggan menghindari masalah atau apa namanya? Hehehe….
Apakah saya harus pindah?
Terkadang muncul perasaan untuk segera meninggalkan semua kerugian ini.. Untuk ukuran kamarku dan kenyamanannya, perlu diketahui bahwa saya terlalu banyak mengeluarkan biaya dibandingkan yang saya terima dalam hal kenyamanan..
Apakah saya harus pindah?
Tidak lama lagi terhitung sejak saya membuat blog ini.. Akan terjadi perubahan besar dalam keseharianku.. Akan ada yang pergi meninggalkan dan membuat perubahan dalam hidupku.. Saya rasa bertahan di tempat ini juga mungkin tidak akan membawa dampak positif bagi keseharian dan kebaikan diriku.. Terlalu banyak kenangan yang membuat hati terluka, sedih, patah dan menderita dibandingkan kebahagiaan… Kebahagiaan itu baru datang beberapa bulan terakhir ini tetapi hal itu harus dibayar dengan mahal oleh sebuah perpisahan..
Apakah saya harus pindah?
Saya mempunyai beberapa sajak pendek yang saya buat ketika rasa sedih itu sedang mendatangi hatiku..
"Aku melihat jauh ke belakang… Kenangan mencintaimu adalah yang terindah dalam hidupku walaupun terasa sakit setiap harinya…
(Wandy Eka Pranata)"
"Aku melihatmu dan hatiku merasa seperti kenangan lama yang terkuak kembali.. Antara bahagia dan sedih… Belum cukupkah waktu yang selama ini kuluangkan untuk berusaha melupakanmu?
(Wandy Eka Pranata)"
Apakah saya harus pindah?
NB:
Mungkin ada beberapa dari pembaca yang tidak mengerti tentang sepenggal kisahku di atas..
Biarlah hal itu menjadi misteri bagi yang yang tidak mengerti dan menjadi pemahaman lebih bagi yang telah mengetahuinya..